Sultanking, juga dikenal sebagai “pose Sultan” atau “Gerakan tangan Sultan”, telah menjadi fenomena global dalam beberapa tahun terakhir. Gesturnya berupa meletakkan satu tangan di atas tangan lainnya dengan ibu jari dan jari telunjuk membentuk lingkaran, sedangkan jari lainnya direntangkan ke luar. Gestur tersebut sering kali disertai dengan sedikit memiringkan kepala dan ekspresi percaya diri, memberikan kesan berwibawa dan berkuasa.
Asal usul kesultanan dapat ditelusuri kembali ke Kekaisaran Ottoman, yang digunakan oleh para penguasa dan bangsawan sebagai tanda status dan kekuasaan. Gerakan ini sering terlihat pada potret dan patung sultan Ottoman, yang melambangkan dominasi dan kendali mereka atas rakyatnya.
Di zaman modern, kesultanan telah menjadi tren populer di media sosial, dan orang-orang dari semua lapisan masyarakat mengadopsi gerakan tersebut sebagai cara untuk mengekspresikan kepercayaan diri dan ketegasan. Selebriti, influencer, dan bahkan politisi terlihat berpose dalam foto dan video, sehingga semakin meningkatkan popularitasnya.
Daya tarik sultanking terletak pada kesederhanaan dan maknanya yang universal. Gestur tersebut menyampaikan rasa kekuatan, otoritas, dan kepercayaan diri, menjadikannya alat yang ampuh untuk memproyeksikan citra diri yang positif. Di dunia di mana citra adalah segalanya, pose sultan menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil berani dan tampil menonjol.
Namun kesultanan bukannya tanpa kritik. Beberapa orang berpendapat bahwa isyarat tersebut mendorong rasa arogansi dan rasa berhak, melanggengkan maskulinitas beracun dan memperkuat stereotip yang merugikan. Yang lain melihatnya sebagai tren yang tidak berbahaya dan hanya dimaksudkan untuk bersenang-senang.
Terlepas dari sudut pandang Anda mengenai isu ini, tidak dapat disangkal dampak dari kesultanan terhadap budaya populer. Dari fesyen, musik, hingga politik, gestur tersebut telah meresap ke berbagai aspek masyarakat, menjadi simbol pemberdayaan dan ekspresi diri.
Seperti halnya tren apa pun, kesultanan pada akhirnya akan menghilang dan digantikan oleh hal besar berikutnya. Namun untuk saat ini, hal tersebut tetap menjadi simbol kepercayaan diri dan kekuatan, yang menunjukkan bahwa tindakan sederhana dapat memberikan dampak global.